Sejarah

SLB Negeri Banjar merupakan satu dari lima SLB yang ada di kota Banjar dan merupakan satu-satunya sekolah luar biasa negeri yang ada di kota tersebut. Beralamat lengkap di Jalan Pataruman-Jelat Kelurahan Pataruman Kecamatan Pataruman, SLB Negeri Banjar berlokasi tidak jauh dari pusat kota dan perbatasan provinsi dengan akses yang mudah dijangkau melalui transportasi umum. Hal tersebut menjadi daya tarik bagi calon peserta didik di setiap tahun ajaran baru.

Berbagai prestasi akademik dan non akademik banyak diraih setiap tahunnya oleh siswa – siswi SLB Negeri Banjar melalui serangkaian kegiatan diantaranya: Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N), Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), Lomba Keterampilan Siswa Berkebutuhan Khusus (LKSBK), Lomba Literasi, dan Lomba ABK Berseri.

SLB Negeri Banjar dibangun pada tahun 2009 dengan SK pendirian tanggal 12 Januari 2010 dari Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Nomor 421.9/ 134-PLB tentang “Pendirian Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Banjar Kecamatan Pataruman Kota Banjar” dengan Dra. Epi Sopiati sebagai kepala SLB Negeri Banjar pertamanya sekaligus sebagai perintis sekolah.

Pada awal berdirinya di tahun 2010, peserta didik di SLB Negeri Banjar berjumlah 10 orang siswa. Hingga saat ini di tahun ajaran 2017/2018 sekolah telah memiliki 96 orang siswa yang terbagi dalam beberapa jenjang sekolah mulai dari SDLB sampai SMALB dengan berbagai kelainan yaitu: tunanetra, tunarungu, tunagrahita, tunadaksa, tunaganda dan autis.

Dalam upaya mewujudkan sekolah yang hijau (greenschool) SLB Negeri Banjar bekerja sama dengan berbagai lembaga terkait. Penyediaan sarana kesehatan dan budaya hidup bersih terus dilakukan. UKS yang representatif, kantin sehat dengan jajanan aman, serta tanaman hidroponik sampah dan air menjadi fokus pengembangan. Upaya ini berbuah penghargaan nasional tahun 2016, sebagai Juara I Nasional penghargaan Lomba Tata Kelola UKS.

Dibandingkan dengan tahun pertama berdiri, SLB Negeri Banjar mengalami kemajuan yang cukup signifikan. Berbagai fasilitas ruang kelas dan fasilitas pendukung belajar lainnya hadir untuk melayani kebutuhan siswa.